Pasang Kabel UTP Sendiri Author: Giest | 22 February 2007 | Kategori: NgopreX
Semua pasti tahu kan kalo yang namanya wired network kalo gak bener kabel ke konektor RJ-45 nya bisa-bisa network gak bakalan jalan. Belum lagi RJ-45 yang cuman sekali pake kalo salah pasang atau kurang pas pemasangan gak bisa dibenerin dan dipake lagi.
Sebener nya pemasangan nya mudah banget tapi ternyata gak semua orang tau gimana cara memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan benar dan bahkan lebih banyak lagi yang gak tau apa alasan kabel UTP harus dipasang seperti itu.
Seperti biasa bakalan rame dengan gambar jadi sabar aja buka nya ya .
Alat dan bahan yang diperlukan (kayak mau bikin nasi uduk aja)
Kabel UTP
Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 - 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 - 7 diambil dari wikipedia.
cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.
cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps
cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps
cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.
cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.
cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e
cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps
cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.
Berikut ini contoh gambar kabel UTP yang sudah dipasang konektor, kabel cat-5e dalam keadaan terkupas dan kabel cat-6.
RJ-45 Connector
Setelah anda tahu jenis-jenis kabel sekarang konektor RJ-45 biar gak pusing ini gambarnya dan perbedaan nya dengan RJ-11 yang juga sering ditemukan dipasaran.
Gambar RJ-45 dengan 8 pin
Gambar RJ-11 dengan hanya memiliki 4 pin.
Crimp Tool
Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Contoh gambarnya seperti ini.
Kabel Tester
Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.
Sedikit catatan: hasil test dengan menggunakan kabel tester tidak berarti menunjukan bahwa kabel tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jarak maksimum 100meter dari kabel cat-5e kadang apabila di test dengan cable tester akan tetap menghasilkan nilai baik pada jarak lebih dari 100meter sementara ketika dialiri data koneksi terputus karena kabel terlalu panjang.
Alat yang berikutnya adalah tone generator yang mampu melakukan tracing di posisi mana kabel putus. Sangat berguna apabila anda tidak menginginkan untuk mengganti seluruh kabel ketika ada kerusakan.
Susunan kabel standar menurut warna pada posisi stright dan pada posisi cross
Setelah anda tahu alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan kabel UTP ke RJ-45 soket, sekarang ada istilah dalam stright dan crossover dalam cabling.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih.
Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.
Susunan kabel berdasar TX dan RX
Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX - di konektor yang satu ke RX - di konektor yang lain.
Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung. Berikut ini contoh posisi kabel dalam kondisi crossover.
Gambar paling kiri adalah posisi warna pada satu sisi dan sisi yang lainnya berdasarkan standar internasional T568A dan T568B. Nomor konektor dihitung dari sebelah kiri dengan kondisi konektor bagian pinnya menghadap kita.
Gambar tengah adalah contoh kabel cross yang sudah jadi dan gambar berikutnya adalah contoh cross over adapter yaitu alat yang bisa membuat stright cable menjadi cross apabila anda tidak ingin merubah konektor dengan cara memotong nya.
Sementara untuk stright cable anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya.
Tips untuk memasang Kabel ke Konektor
Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.
Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)
Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Stright atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.
Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.
Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.
Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.
Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.
Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.
Silahkan di coba dan good luck
Catatan: kebanyakan sumber gambar diambil dari WIKIPEDIA dan beberapa gambar didapat dengan cara search dari google
Crossed and Straight cables - when to use them
The following diagram shows the Normal use of Crossed and Straight cables (see also the notes below).
Notes:
We show Straight cables as BLUE and Crossed as RED. That is our convention the cable color can be anything you choose or more likely the vendor decides.
To avoid the need for Crossed cables many vendors provide UPLINK ports on Hubs or Switches - these are specially designed to allow the use of a STRAIGHT cable when connecting back-to-back Hubs or Switches. Read the manufacturers documentation carefully.
Category 5(e) (UTP) colour coding table
The following table shows the normal colour coding for category 5 cables (4 pair) based on the two standards supported by TIA/EIA (see also our primer on this topic)
100base-T Crossed cable (PC to PC or HUB to HUB)
Crossed cables are used to connect PCs to one other PC or to connect a HUB to a HUB. Crossed cable are sometimes called Crossover, Patch or Jumper cables. If your connection is PC to HUB you MUST use a Straight cable.
The following description shows the wiring at both ends (male RJ45 connectors) of the crossed cable. Note: The diagrams below shows crossing of all 4 pairs and allows for the use of cat3/4 cables. Pairs 4,5 and 7,8 do not NEED to be crossed in 100base-TX wiring. See notes below.
We use RED for crossed cables (or more commonly now a red heat-shrink collar at each end).
NOTES:
All our crossed wiring is now done to the 100base-T4 spec which you can use with 10base-T networks - but NOT necessarily the other way around.
Most commercial cables these days seem not to cross pairs 4,5 and 7,8. If there is no cat3/4 wiring in the network this perfectly acceptable.
Gigabit Ethernet uses all 4 pairs so requires the full 4 pair (8 conductor) cross configuration (shown above).
If you are using Power-over-Ethernet (802.3af) then Mode A or Alternative A uses pairs 1,2 and 3,6 for both signals and power. Mode B or alternative B uses 4,5 and 7,8 to carry power. In all cases the spec calls for polarity insensitive implementation (using a diode bridge) and therefore crossing or not crossing pairs 4,5 and 7,8 will have no effect.
1000base-T Gigabit Ethernet
1000base-T is the copper base version of the gigabit Ethernet standard defined by 802.3ab which, since it is over 6 months old, is available free of charge from the enlightened IEEE. Great work. In passing, if you want to see sophistry raised to an art form read the EIA's justification for charging for their specifications. The following notes apply to the 1000base-T spec:
The standard defines auto-negotiation of speed between 10, 100 and 1000 Mbit/s so the speed will fall to the maximum supported by both ends - ensuring inter-working with existing installations.
The cable specification base-line is ANSI/TIA/EIA-568-A-1995 (which you have to pay for). This means that if you know your cat5 cable was manufactured to this standard (there was a lower spec 1991 version of this specification) then it will support Gigabit Ethernet. Cat5 cable manufactured to the old specification may work or it may not - you need to run some tests. Cat5e and cat6 being higher spec cables will clearly support Gigabit Ethernet.
Maximum runs are the standard 100m (~300ft).
Gigabit Ethernet uses all 4 pairs (8 conductors). The transmission scheme is radically different (PAM-5 a 5 level amplitude modulation scheme) and each conductor is used for send and receive.
Crossed Gigabit Ethernet cables must cross all 4 pairs.
asal urutan kabel 1-2-3-6 itu sama, antara ujung A dan B maka jadilah straigth,
tetapi kalo dibalik, 1-3 & 2-6 maka jadilah cross
kemudian, untuk harus menggunakan kabel apa untuk koneksi nya...
kalau satu jenis, misal PC-PC, switch-switch maka kabelnya cross
kalo beda jenis, misal pc-switch, maka straight
tetapi tidak tertutup kemungkinan kabel kross untuk koneksi switch-pc
Kalo kabel lan yg bagus itu yg spt gimana contohnya/gambarnya?
Gw ada kasus kabel lan pc to hub 20m pasti rto.Di pc itu speed terbaca cuma 10mbps.
Sdh coba mulai straight ampe cross,tipe A ampe tipe B,di dobel hub kagak ngaruh juga.
Akhirnya kesimpulan terkhir kabel jelek.Pdhl tipenya belden lho.
Barangkali ada yg pernah ngalami kayak gini tlng sharing yah.
Thanks
Tapi di kompie lain yg kabel lannya lebih pendek bisa 100 mbps dan itu sama spek kompienya.
Oh ya ini pake hub-switch ya.Kemarin takcobain pake kross langsung pc to pc sama juga speednya.Makanya itu judgementnya problem dikabel.
Apa dapet belden yg palsu yah?
Age: 32 Joined: 06 May 2007 Posts: 44 Location: OI52JV
Posted: Fri Dec 05, 2008 9:26 pm
OIR wrote:
Tapi di kompie lain yg kabel lannya lebih pendek bisa 100 mbps dan itu sama spek kompienya.
Oh ya ini pake hub-switch ya.Kemarin takcobain pake kross langsung pc to pc sama juga speednya.Makanya itu judgementnya problem dikabel.
Apa dapet belden yg palsu yah?
mungkin yang dimaksud 100mb/s in ya...
Speed di display emang segitu tapi realnya berarti bener cuman 10mb/s
_________________ CU ON the BAND
Last edited by yd2jzr on Fri Dec 05, 2008 9:29 pm; edited 1 time in total
Helped: 57 times Joined: 25 Jan 2005 Posts: 8919 Location: 6 12 16.05 S 106 50 43.22 E
Posted: Thu Jan 01, 2009 9:20 am
glek_michael, lol gw juga dulu pertama kali belajar sampe pegel
kudu langsung berhadapan. dateng aja ke kosku atau ke jurkun.
usahain pake crimping tool yg kualitas bagus, contohnya dari AMP ini:
http://bhinneka.com/searc...h=crimping+tool
Helped: 1 Age: 35 Joined: 16 Jan 2005 Posts: 1449 Location: By Pass
Posted: Sat Jan 24, 2009 11:01 pm
tadi siang akhirnya gw beli kabel Belden 1 Roll utk latihan, trus beli Connector RJ-45 satu bungkus, setelah gagal nge-crimp 5 kali, akhirnya berhasil juga (di test pake LAn tester), tapi pas di colokin ke switch, dianggap masih unplugged...puyengg...
Age: 23 Joined: 23 Nov 2009 Posts: 80 Location: Indonesia
Posted: Sat Nov 28, 2009 11:14 am
book dulu ah... sambil nambah wawasan... hehe....
_________________ bagi iLmu-mu sepanjang hidupmu. karena iLmu yang bermanfaat merupakan amal jariyah yang di bawa sampai mati...
Majukan Indonesia dengan berbagi unTuk Indonesia KiTa...
I Love U FuLL
Age: 23 Joined: 23 Nov 2009 Posts: 80 Location: Indonesia
Posted: Mon Dec 21, 2009 11:11 pm
berhubungan dengan kabel LAN nich ane mau tanya kawan2...
saya menemukan masalah yang aneh saya rasa...
begini ceritanya...
Saya memiliki Laptop, router, dan pc...
Laptop saya set IP Lan 192.168.2.2
router saya set IP 192.168.2.1
PC saya set IP 192.168.2.3
saya pikir koneksi lan ke pc yang error.... tapi saya coba balik...
PC saya ping 192.168.2.3 ==>oke 100%
PC saya ping 192.168.2.1 ==>oke 100%
PC saya ping 192.168.2.2 ==>RTO 10% lose
nah bingung deh kerusakannya dmana? padahal harusnya mereka kan bisa komunikasi semu tuh?
mohon pencerahannya ya siapa tau ada yang pernah ngalamin?
_________________ bagi iLmu-mu sepanjang hidupmu. karena iLmu yang bermanfaat merupakan amal jariyah yang di bawa sampai mati...
Majukan Indonesia dengan berbagi unTuk Indonesia KiTa...
I Love U FuLL
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum